KIM Mojo berliannya Kecamatan Gubeng - Surabaya

Aninda, MC mblancang Surabaya di Mojo (dok. KIM Mojo)
Waktu menunjukkan pukul 09.09 tanggal 9 bulan 9 tahun 2017. Suasana di kantor lurah Mojo tampak ramai. Ada beberapa warga yang menikmati layanan publik dari pemerintahan kelurahan. Beberapa lainnya duduk di deretan kursi tampak menunggu dimulainya sebuah acara. Hari itu Forum KIM Kota Surabaya punya gawe "Sosialisasi tentang Kelompok Informasi Masyarakat dan beberapa program Pemerintah lainnya". Di wilayah Mojo ada 3 kelompok, KIM Karigamo, KIM Joda dan KIM Mojo sendiri. Di era Lurah Maria, Mojo adalah satu-satunya Kelurahan di Surabaya yang memiliki 3 KIM aktif. Lainnya masih berbentuk KIM Kecamatan (kelak bernama Forum KIM Kecamatan). Kecamatan Gubeng memiliki 6 Kelurahan, selain Mojo ada Airlangga, Baratajaya, Kertajaya, Pucang Sewu dan Gubeng sendiri yang sampai hari ini belum terbentuk KIM di wilayahnya.

Bersama Relawan Sosial di  UPIPI dr. Soetomo (ist)
Luas wilayah Gubeng adalah 7,99 km2. Populasinya 16644 jiwa, dengan komposisi perbandingan laki-laki dan perempuannya, adalah 63923 jiwa laki-laki dan 69923 jiwa perempuan. Menarik untuk disimak Mojo dan lima wilayah kelurahan lain memiliki ratusan pelaku UKM yang sudah dibina Pemkot Surabaya melalui Program Pahlawan Ekonomi. Disisi lain ada ribuan pelaku UKM yang belum tersentuh. Namun mereka tetap , menggeliat, berkembang dan berusaha untuk berdaya dengan caranya masing-masing. Di wilayah Gubeng ada Kampus Negeri berpengaruh, yaitu Universitas Airlangga Surabaya. Dimana salah satu cikal bakal awal berdirinya UNAIR yaitu  Fakultas Kedokteran (yang saat pra-kemerdekaan masih bernama STOVIA) hari ini masih eksis. Konon banyak lulusan dokter dari STOVIA yang tumbuh berkembang rasa nasionalismenya, padahal Indonesia kala itu masih berada di era kolonialisme. Mereka kemudian menjadi tokoh pergerakan kebangkitan nasional tahun 1908, dengan mendirikan Budi Utomo. Salah satu tokoh utamanya adalah dr. Soetomo. Dokter priyayi yang sangat membumi dan disegani masyarakat kota Surabaya dan Indonesia.

Nama Soetomo kemudian diabadikan oleh Kementerian Kesehatan melalui SK. Menkes RI. tertanggal 20 Mei 1964 No. 26769/KAB/76. menjadi nama Rumah Sakit Umum Daerah dr. Soetomo. Bertepatan dengan peringatan Hari Kebangkitan Nasional era Presiden Soekarno. Nama itu menggantikan nama sebelumnya, yaitu RSUP (Rumah Sakit Umum Pemerintah) Surabaya. Dari beberapa kali kunjungan saya ke Rumah Sakit yang jadi rujukan pasien yang tinggal di wilayah Indonesia bagian timur ini. Ada dua tempat yang menarik untuk diceritakan. Tempat pertama adalah kamar mayat, dimana banyak orang takut kesini. Padahal faktanya, kamar mayat sebenarnya hanyalah ruang singgah mayat sebelum dibawa keluar dari Rumah Sakit. Penampakannya adalah sebuah ruang yang terbuka. Luasannya kira-kira 6 x 10 meter, berbentuk persegi panjang dan sangat terang benderang (khususnya kala malam hari). Saya sendiri punya pandangan lain. Tempat yang lebih "menakutkan" di RS dr. Soetomo adalah satu kawasan yang bernama UPIPI. Posisinya di sisi baratnya kamar mayat.

UPIPI sendiri adalah singkatan dari Unit Perawatan Intermediet dan Penyakit Infeksi (UPIPI). Yang masuk bagian terintegrasi dari RSUD dr Soetomo Surabaya. Pada tahun 2015 diketemukan data ada 50 penderita HIV/AIDS per bulan. Baik penderita yang baru maupun penderita lama namun baru diketahui keberadaannya. Karena mereka baru berobat ke UPIPI. Selama tiga tahun (sejak tahun 2012 - 2015) kata Kepala UPIPI RSUD dr. Soetomo, dr. Erwin Astha Triyono, Sp.PD, KPTI, FINASIM membuat (kami sadur dari Antara). Menyebut sekitar 1.780 pasien yang rutin berobat di UPIPI, sedangkan jumlah pengunjung setiap bulannya mencapai 2.000 orang, yakni 50 di antaranya adalah pasien anak-anak dan sisanya dewasa. Dari info diatas apakah  kamar mayat masih menjadi tempat paling menakutkan di Rumah Sakit dr. Soetomo atau malah sekarang setuju dengan saya UPIPI adalah salah satu tempat yang menakutkan karena tahu siapa pasien yang berobat kesana ?

  Saya, murid SD dan Ketua KIM Mojo Babe Aminulloh (kiri)
Waktu menunjukkan pukul 10.10 acara pembukaan Mblancang Suroboyo 2017 dimulai. Aninda pegiat KIM Mojo dan Kartar Songo Mojo memimpin lagu Indonesia Raya yang kami nyanyikan bersama-sama dengan sungguh-sungguh. ".... disanalah aku berdiri jadi Pandu Ibuku. Indonesia kebangsaanku, Bangsa dan Tanah Airku. Marilah kita berseru Indonesia bersatu..." Laman-laman syair Indonesia Raya karya komposisi jenius Indonesia Wage Rudolf Supratman. Mulai merasuk dalam hati kami. Dengan beriring do'a serta dukungan moral dari hadirin yang hadir di kantor Lurah Mojo. Yang kemudian ditutup dengan  materi Literasi oleh salah seorang kawan Komunitas bernama Ria. Sambil berkata dalam hati Bismillah. Saya mulai berpamitan, berlanjut kemudian dengan kayuhan pelan ban sepeda angin membuka perjalanan keliling 31 Kecamatan se-Surabaya  24 jam nonstop. Dari bahasan diatas, ada tiga Potensi Utama Kecamatan Gubeng yang menonjol, pertama hidupnya para Netizen lokal, kedua adalah keberadaan Universitas Airlangga sementara itu yang ketiga adalah kehadiran RSUD dr. Soetomo yang lebih populer dengan sebutan RS Karangmenjangan. Potensi lokal wilayah Gubeng  yang bagaimana kemudian bisa kita ciptakan nilai tambahnya selanjutnya  "dijual" untuk mendapatkan dana CSR jutaan bahkan miliyaran rupiah? Kami tunggu komentar anda! (BnPY)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kecamatan Tandes pintu masuk ke Surabaya Barat

Teluk di Kecamatan Asemrowo yang membuat Keder Singapura