Saya bersama Cak Topan tampak kecil (dok. KS) Gedung kantor Camat Tandes tampak megah dari kejauhan. Saya bersama Cak Topan, pembawa mobil logistik mblancang Surabaya tahun 2017, yang didampingi Ning Etha dan co-driver Kak Anof setia mengawal dari rute awal Gubeng hingga finish esok harinya di wilayah Kecamatan Gunung Anyar. Tampak kecil di foto dari kejauhan dengan latar belakang gedung kantor kecamatan Tandes yang berwarna latar dominan merah dan biru. Ditambah dengan tampilan areal parkir yang terbilang luas diyambah dengan keberadaan Sentra PKL di sisi timur kecamatan. Menambah kesan luas dan megah. Setelah memarkir sepeda angin, saya segera beranjak ke lantai ll tempat sosialisasi dimana Redatini dari tokoh pemberdayaan perempuan Surabaya sedang fokus menjelaskan kondisi penyebaran perilaku LGBT di masyarakat Surabaya yang mulai memprihatinkan. Mutia (PSM) menerima buku KIM (dok. KS) Sebelum memasuki titik kelima siang itu saya sempat b...
Pelabuhan Terminal Teluk Lamong (dok. Enciety) Salah satu karya anak bangsa yang sempat membuat negara sekelas Singapura Keder dengannya. Apa itu? Benar...... Pelabuhan Terminal Teluk Lamongan (TTL), demikian namanya. Bangunan yang sangat prestis, dibangun dan resmi berdiri di era Walikota perempuan pertama Surabaya, Tri Risma Harini. Sampai lupa menceritakan pengalaman bersepeda di terik matahari kota Surabaya. Keluar dari kantor kecamatan Bubutan banyak yang mengajak foto dan salaman. Beberapa malahan baik hati menitipkan air mineran dan sinom dingin masih basah keluar dari lemari es. Tapi pendamping saya, Cak Oscar yang mantan atlit bersepeda melarang saya minum sembarangan. Karena haus jatah pocari sweat langsung saya tenggak habis. Melaju di jalan Bubutan di siang bolong yang cerah membutuhkan semangat ekstra. Saat lampu "bangjo" menyala merah saya ikut berhenti beberapa saat. Saat lampu berubah warna menjadi hijau saya kayuh sepeda kuat-kuat melaju memasuki jal...
Komentar
Posting Komentar