Saya bersama Cak Topan tampak kecil (dok. KS) Gedung kantor Camat Tandes tampak megah dari kejauhan. Saya bersama Cak Topan, pembawa mobil logistik mblancang Surabaya tahun 2017, yang didampingi Ning Etha dan co-driver Kak Anof setia mengawal dari rute awal Gubeng hingga finish esok harinya di wilayah Kecamatan Gunung Anyar. Tampak kecil di foto dari kejauhan dengan latar belakang gedung kantor kecamatan Tandes yang berwarna latar dominan merah dan biru. Ditambah dengan tampilan areal parkir yang terbilang luas diyambah dengan keberadaan Sentra PKL di sisi timur kecamatan. Menambah kesan luas dan megah. Setelah memarkir sepeda angin, saya segera beranjak ke lantai ll tempat sosialisasi dimana Redatini dari tokoh pemberdayaan perempuan Surabaya sedang fokus menjelaskan kondisi penyebaran perilaku LGBT di masyarakat Surabaya yang mulai memprihatinkan. Mutia (PSM) menerima buku KIM (dok. KS) Sebelum memasuki titik kelima siang itu saya sempat b...
Heri (TKSK) membuka acara (foto : Riyan) Setelah jeda untuk melaksanakan sholat dhuhur sejenak, bermunajat untuk kelancaran even Mblancang Suroboyo tahun 2017. Kemudian saya bergegas menyiapkan diri. Melanjutkan perjalanan selepas dari kantor kecamatan Asemrowo. Perlahan saya mulai mengayuh kembali sepeda angin dengan semangat. Kali ini suasana sedikit berbeda. Jalur berangsur memasuki perkampungan. Suhu siang itu berkisar 36 hingga 37 derajat celsius. Saat melewati jalan Asem Raya, lalulintas macet sebentar di perlintasan kereta api jalur utara. Kemudian rute berlanjut ke Asem Mulya dan keluar di jalan yang lebih lebar. Plang hijau menunjukkan nam Tambak Mayor Utara. Menuju Kecamatan Tandes (foto : Anof) Tak sampai lima menit roda sepeda melintas di jalan Raya Tanjungsari, Sukomanunggal dan Banyu Urip. Lalu bergeser ke arah timur, melewati kolong Jembatan layang ruas Tol Perak - Waru. Dengan kecepatan 40 km / jam sepeda memasuki jalan Simo...
Komentar
Posting Komentar